Minggu, 25 Desember 2022

KAKTUS TINGGI ( ACANTHOCEREUS TETRAGONUS)

Acanthocereus tetragonus adalah spesies tumbuhan kaktus dari keluarga Cactaceae. Tumbuhan ini asli dari Amerika Utara, Amerika Tengah, Karibia dan Amerika Selatan, Dan sekarang menjadi spesies invasif di Kaledonia Baru. Kaktus ini sangat berduri. Tumbuhan ini membentuk semak belukar dan memiliki batang hingga 10 kaki atau lebih tinggi. Batang Tumbuhan ini berwarna Hijau tua dan memiliki diameter 8 centimeter.[1] batangnya memiliki 3-5 sisi atau segi. Bunganya mencolok berwarna putih dengan bagian tengahnya berwarna merah tua dan jingga atau merah-jingga. Bunga ini mekar ketika malam dan menutup pada siang hari. Kaktus ini mekar beberapa kali setahun dan beberapa minggu pada satu waktu. Kaktus ini sering membuat semak belukar di pesisir pantai dan tidak dapat ditembus dan berduri.[2] Bunga tumbuhan ini berdiameter 14-20 centimeter dengan diameter 8-15 centimeter. Bunga ini mengundang Ngengat Hemaris sp. Buahnya berwarna Merah mengkilap dan berukuran 5 centimeter. Batang muda dari tumbuhan ini bisa dimakan sebagai sayuran dan dapat dimakan baik mentah maupun dimasak. Sementara Buahnya dapat dimakan dan memiliki rasa Manis. Tumbuhan ini kadang kadang dijadikan sebagai Tumbuhan hias dan Pagar Hidup. Miniatur Kultivar spesies ini, Kaktus Candi biasanya dijadikan Tanaman hias karena bentuknya yang imut dan unik.

ASOKA (SARACA ASOCA)

Selain cantik, asoka adalah jenis bunga yang unik. Bunga ini mengeluarkan aroma wangi di malam hari, terutama pada bulan April hingga Mei. Tanaman dengan nama latin Saraca asoca terbagi menjadi beberapa jenis, yakni pohon asoka yang dapat tumbuh menjulang tinggi tanpa ranting dan disebut sebagai glodokan tiang, serta pohon asoka biasa dengan percabangan atau ranting. Di indonesia, tumbuhan asoka biasanya dijadikan tanaman hias dan dimanfaatkan untuk kegiatan penghijauan. Sementara di Eropa, orang menyebut tanaman asoka sebagai Flame of the Wood, artinya adalah “nyala api di hutan”. Julukan ini diberikan karena warna bunga asoka yang mencolok dan cerah, bagaikan nyala api.Bunga asoka mempunyai kaitan erat dalam mitologi agama Hindu dan Budha. Nama “asoka” diambil dari bahasa Sansekerta, artinya adalah “tanpa duka”. Dalam agama Buddha, dipercaya bahwa tokoh yang menyebarkan agama Buddha lahir di bawah pohon asoka. Selain itu, seorang raja penganut agama Buddha yang merupakan penguasa kekaisaran Maurya Gupta di tahun 273 – 232 SM juga disebut sebagai Raja Asoka. Di India, bunga asoka dianggap sebagai tanaman yang suci. Hal ini karena umat Buddha dan Hindu percaya bahwa tumbuhan ini ada hubungannya dengan Yakshi. Yakshi adalah mahluk mitologi kepercayaan kedua agama tersebut. Oleh karena itu, di masa India Kuno bunga asoka hanya bisa ditemukan di sekitar area kerajaan. Pada masa itu, tanaman ini tidak bisa ditanam sembarangan oleh masyarakat umum. Di Indonesia, pohon asoka dulu sangat mudah ditemukan di sekitar rumah. Tumbuhan ini sering disebut sebagai bunga soka. Dahulu anak-anak Indonesia sering bermain dengan bunga ini. bunga asokaPixabay Bagian nektarnya yang manis sangat disukai oleh anak-anak. Mereka akan memetik kelopak bunga, kemudian akan ditekan-tekan hingga keluar cairan bening, kemudian mereka menghisap cairan manis mirip madu yang keluar dari bunga soka. Cairan manis tersebut bukan air biasa, tetapi cairan bunga yang bercampur dengan nektar dan menghasilkan rasa manis seperti madu. Terkadang saat berusaha menghisap nektar yang manis ini, anak-anak harus bersaing dengan serangga seperti lebah dan lain-lain. Sehingga tak jarang banyak yang tersengat. Namun karena inilah, bunga asoka menjadi lekat dengan kehidupan anak Indonesia. Bukan hanya menghisap nektarnya, anak-anak Indonesia biasa merangkai bunga asoka hingga menjadi gelang. Bahkan ada juga yang membuatnya menjadi mahkota. Biasanya kegiatan ini dilakukan oleh anak-anak perempuan di pedesaan.

GLODOKAN TIANG (POLYTIA LONGIFOLIA)

Polyalthia longifolia atau sering juga disebut glodokan merupakan salah satu pohon yang sangat popular di Indonesia. Pohon ini merupakan salah satu pohon yang disebut sebagai pohon evergreen. Mengapa, sebab pohon ini dapat tumbuh dengan baik meskipun terjadi perubahan cuaca,iklim dan sekitarnya. Artinya pohon ini tidak berpengaruh secara drastis terhadap kondisi sekitarnya, tanpa menggugurkan daunnya. Polyalthia longifolia atau glodokan tumbuh tinggi dan tegak lurus, bisa mencapai sekitar 30 sampai 35 meter. Pohon ini terlihat menarik dan bagus dengan jenis arsitektur pohonnya yang lurus dan sedikit berkelok. Tanaman ini bagus ditanam dan dipindahkan saat mencapai tinggi satu sampai dua meter. Ada salahsatu kelemahan dari jenis tanman ini, yakni apabila saat dipindahkan dalam pertumbuhan tinggi sekitar 5 meter, maka tanaman ini akan mengalami stress dan kering cukup lama, sekitar satu bulan baru bisa kembali. Manfaat pohon ini sangat efektif diproporsikan di jalan raya, taman kota, RTK (Ruang Terbuka Hijau) sebab sangat efektif sebagai pohon peneduh jalan dan mampu mengurangi polusi udara. Sahabat Warrior, salah satu kelemahan yang dimiliki pohon ini adalah jenis kulit batang yang seringkali kita jumpai banyak semut merah yang menjadikan kulit/batang Polyalthia longifolia menjadi sarangnya, sehingga dapat mengakibatkan penyakit pada pohon ini. Berbagai cara sudah dilakukan untuk membasmi hama ini, yakni memberikan pestisida khusus untuk membasmi semut yang berada pada kulit pohon ini. Daun Polyalthia longifolia bagus untuk dekorasi ornament dan digunakan pada perayaan festifal serta jenis pohonnya dapat dijadikan atau dipotong menjadi berbagai bentuk.

DRAGON (DRACAENA DRACO)

Dracaena marginata (dragon tree) dengan varietas Tricolor dan Colorama yang cantik. Dracaena draco termasuk kelompok Dracaena yang bisa tumbuh besar. Dracaena marginata mampu menghasilkan oksigen, sekaligus mengontrol kadar kelembapan dalam ruangan. Menurut hasil penelitian Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA, tanaman ini mampu menyerap benzena, formaldehida, xylena, dan toluena dari udara. Sejumlah penelitian juga menyebutkan dracaena dapat meningkatkan suasana hati orang-orang yang berada di sekitarnya.

PALEM ( CHAMAEDOREA SEIFRIZII)

Ada banyak tanaman tropis yang bisa anda pilih untuk ditempatkan dalam rumah anda, namun kebanyakan tanaman tersebut membutuhkan cahaya yang terang tidak langsung untuk berkembang. Bambu Palem (Chamaedorea seifrizii) berbeda dengan kebanyakan tanaman tersebut, tanaman ini bisa tumbuh dalam kondisi cahaya rendah, meskipun mereka akan tumbuh lebih tinggi dengan lebih banyak cahaya. Dengan kebutuhan cahaya yang relatif rendah, Bambu Palem adalah salah satu tanaman lanskap yang cocok untuk digunakan sebagai tanaman indoor. Tinggi tanaman dewasa bervariasi dari 4 hingga 12 kaki dengan rentang 3 hingga 5 kaki. Cara Menumbuhkan Tanaman Bambu Palem Memelihara Bambu Palem di dalam ruangan relatif mudah jika Anda memulainya dengan tanaman yang sehat. Tanaman palem bambu yang sehat memiliki daun hijau gelap dan tegak. Jangan membeli tanaman yang layu atau memiliki dedaunan coklat. Sebaiknya Anda memindahkan Palem Bambu sesegera mungkin setelah pembelian. Pilih wadah dengan ukuran 2 inci lebih besar dari pot pembibitan. Pot harus memiliki lubang drainase yang cukup. Tutupi lubang drainase dengan sepotong kain untuk menjaga agar tanah tidak merembes keluar. Gunakan tanah berkualitas tinggi untuk tanaman. Isi wadah seperempat penuh dengan tanah pot, dan letakkan telapak tangan di tengah tanah. Isi ruang yang tersisa dalam pot dengan tanah hingga 1 inci dari tepi kontainer. Dengan lembut, padatkan tanah di sekitar tanaman palem bambu dengan tangan Anda. Sirami palem bambu yang baru ditanami dengan air yang disaring segera setelah tanam. Tempatkan palem bambu di lokasi yang cerah atau tempat yang menerima cahaya tidak langsung yang terang. Jangan letakkan di bawah sinar matahari langsung atau di dekat ventilasi udara. Perawatan Palem Bambu tidak membutuhkan banyak waktu atau energi. Sirami tanaman ini menggunakan air bersih ketika permukaan tanah terasa kering. Sirami tanaman sampai tanah merata lembab. Jangan menyirami tanaman palem bambu atau membiarkannya hingga terendam air. Periksa kondisi tanah dengan cukup sering untuk memastikan bahwa media tanam tanaman tersebut cukup air. Merawat pohon bambu palem juga membutuhkan penggunaan pupuk slow release selama musim tanam. Pupuk granular bekerja paling baik dalam hal ini. Ikuti petunjuk produsen saat memberi makan tanaman Anda dan pastikan tanaman tidak kekurangan air saat dalam pemupukan. Jika palem bambu sudah tumbuh terlalu besar untuk wadahnya, tempatkan tanaman tersebut pada wadah yang baru. Berhubungan dengan hama, perhatikan hama tungau, terutama di bagian bawah daun. Jika masalah tungau berkembang, pastikan untuk mencuci daun dengan campuran air sabun. Untuk menjaga Singkirkan daun coklat secara teratur. Penggunaan Palem Bambu Palem Bambu banyak digunakan sebagai tanaman indoor, tanaman ini sangat umum ditemukan di sudut-sudut bioskop atau dalam kawasan perkantoran. Selain menjadi hiasa, penempatan palem bambu didalam ruangan bisa menjadi penyaring udara yang menjadikan udara dalam ruangan lebih bersih. Dalam desain lanskap taman, Palem Bambu relatif mudah untuk dipadukan dengan tanaman lainnya. Palem bambu biasanya digunakan sebagai tanaman pelembut bangunan tanpa mengurangi kemegahan bangunan tersebut. Penanaman Palem Bambu dalam taman bisa memberikan kesan tropis.

BAKUNG PUTIH (CRINUM ASITICUM)

(Crinum asiaticum) adalah tanaman terutama daerah subtropis dan tropis Asia dan Australasia, tumbuh terutama di dekat pantai. Tanaman tidak tahan dingin, mentolerir suhu rendah sesekali hingga sekitar -5 ° c. Di daerah di batas ketahanan dinginnya, mereka paling baik diberi perlindungan dari dinding yang menghadap ke selatan atau barat daya. Tanam umbi secara dangkal, dengan leher umbi di permukaan tanah, dan beri mulsa pelindung dari pakis atau kompos di musim dingin. Lebih menyukai tanah subur yang dalam, berdrainase baik tetapi tahan kelembaban yang kaya akan bahan organik. Berhasil di bawah sinar matahari penuh atau teduh parsial. Umbi harus memiliki kelembaban yang cukup selama musim tanam. Tanaman tumbuh dengan baik di dekat laut. Banyak ditanam sebagai tanaman hias, tanaman ini telah lolos dari budidaya dan dikatakan invasif di beberapa daerah. Spesies yang kuat dan sangat bervariasi. Itu bisa berbunga dan berbuah sepanjang tahun di beberapa daerah. Umbi peka terhadap transplantasi dan dapat memakan waktu beberapa tahun untuk menjadi mapan. Setelah ini, mereka biasanya akan bereproduksi dengan cepat dari offset untuk menghasilkan kondisi penuh sesak yang merangsang mereka untuk berbunga dengan bebas. MANFAAT DAN KEGUNAAN BAKUNG PUTIH Umbinya mengandung alkaloid, terutama lycorine dan criminamine. Tanaman ini mengandung alkaloid sitotoksik yang memiliki sifat antitumor dan antibakteri. Jus dari umbi segar digunakan sebagai obat muntah. Persiapan akar diberikan untuk membantu persalinan dan untuk perdarahan postpartum. Umbi dikunyah sebagai penawar luka panah beracun dan reptil beracun, dan juga sebagai obat penyakit akibat makan ikan beracun. Tapal yang terbuat dari umbi segar yang dipanaskan, ditumbuk, digunakan untuk meredakan osteodinia dan rematik. Jus bohlam segar ditanamkan di telinga untuk mengobati otitis. Sebuah tapal dari daun segar yang dipanaskan, ditumbuk, digunakan untuk mengobati memar, keseleo, patah tulang, keseleo dll. Rebusan daun kering digunakan sebagai obat cuci dalam pengobatan wasir. Jus dari daun yang diperas dioleskan ke luka dan luka. Benang seperti rambut dari batang digunakan untuk memotong tapal.

Kamis, 08 Desember 2022

PAKU TANDUK RUSA (PLATYCERIUM BIFURCATUM)

Setelah sebelumnya menulis mengenai morfologi tanaman paku tanduk rusa. Kali ini akan kutulis tentang manfaat tanaman paku tanduk rusa. Paku tanduk rusa biasanya dimanfaatkan sebagai tanaman hias dikarenakan memiliki perawakan yang unik. Perawakannya yang unik karena memiliki ental (daun) fertil mirip tanduk rusa yang terbalik. Dibalik perawakan yang unik tanaman paku tanduk rusa memiliki khasiat sebagai bahan ramuan obat herbal, karena daun tanaman paku tanduk rusa mememiliki kandungan saponin, flavonoid, dan polifenol yang baik bagi kesehatan tubuh. Dimana manfaat 3 senyawa ini adalah - saprovin merupakan senyawa aktif yang biasanya memberikan rasa sepat pada tumbuhan dan memiliki aktivitas antibakteri, - flavonoid adalah senyawa dengan 15 atom karbon yang berfungsi sebagai pigmen pada tanaman. Fungsi flavonoid pada tubuh manusia adalah melindungi struktur sel, meningkatkan efektifitas vitamin C, antiinflamasi dan sebagai antibiotik. - Polivenol adalah salah satu senyawa alami, terdapat pada tanaman yang dapat melindungi tanaman dari bahaya. Begitu pula polifenol dari tumbuhan pada tubuh kita akan mampu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, jadi polifenol bertindak sebagai antioksidan dalam tubuh. Dengan kandungan senyawa –senyawa tersebut yang berkhasiat di dalam tanaman paku tanduk rusa, maka tanaman ini bermanafaat sebagai obat herbal. Adapun khasiat dari tanaman paku tanduk rusa antara lain : 1. Obat bisul. Daun tanaman tanduk rusa ditambah sedikit kapur sirih, lalu ditumbuk dan tempelkan untuk mengompres bisul. 2. Obat demam. Selembar daun tanaman tanduk rusa ditambah sedikit garam, lau direbus dengan segelas air sampai mendidih. Diminum 2 kali sehari’ 3. Obat abses. Abses, adalah suatu penimbunan nanah yang biasanya terjadi karena adanya suatu infeksi bakteri. Caranya dengan menumbuk sampai halus selembar daun tanduk rusa, satu siung bawang merah dan adas pulawaras secukupnya. Kemudian tempelkan pada bagian tubh yang abses. 4. Obat radang rahim luar. Daun tanaman paku tanduk rusa 2-5 lembar ditumbuk dan ditambahkan minyak kayu putih secukupnya, lalu tempelkan pada bagian perut /rahim dan dililit dengan stagen. 5. Obat haid tidak teratur. 2-3 lembar daun tanaman tanduk rusa direbus dan diminum 3-4 kali sehari sebelum datang haid. 6. Selain daripada itu daun dari tanaman paku tanduk rusa dapat mengobati, kanker ovarium, antipenuaan, meningkatkan suplai darah, menurunkna tekanan darah, meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan pemulihan otot, mengurangi osteoporosis, pengobatan diabetes, mengobati penyalit jantung, mengobati penyakit neuroeneratif. Begitu banyak khasiat daun tanaman paku tanduk rusa. Daunnya ini bisa di buat seperti teh, dengan cara membersihkan daunnya dari kotoran dan spora. Lalu dicuci sampai bersih, dipotong-potong halus, lalu dijemur sampai kering. Apabila kita menggunakannya ambil sejumput daun kering dan seduh dengan air mendidih sebanyak satu gelas, diamkan sampai dingin dan diminum, bisa untuk 2 kali sehari. Walaupun untuk pengobatan herbal ini dengan mudah kita dapat lakukan, tidak ada salahnya terlebih dahulu berkonsultasi dengan ahli medis agar tidak melebihi takaran yang disarankan. Semoga tulisan ini ada manfaatnya untuk kita. Sekali lagi, sekecil apaupun makhluk hidup ciptaan Allah Subhanahu Wata’ala, pasti memiliki peranan bagi kehidupan makhluk lainnya.

LIDAH BUAYA ( ALOE VERA)

Tanaman lidah buaya (Aloe vera L.) merupakan tanaman yang banyak tumbuh pada iklim tropis ataupun subtropis dan sudah digunakan sejak lama karena fungsi pengobatannya. Lidah buaya dapat tumbuh di daerah beriklim dingin dan juga di daerah kering, seperti Afrika, Asia dan Amerika. Hal ini disebabkan bagian stomata daun lidah buaya dapat tertutup rapat pada musim kemarau karena untuk menghindari hilangnya air daun. Lidah buaya dapat tumbuh pada suhu optimum untuk pertumbuhan berkisar antara 16-33oC dengan curah hujan 1000-3000 mm dengan musim kering agak panjang, sehingga lidah buaya termasuk tanaman yang efisien dalam penggunaan air (Furnawanthi, 2002). Tanaman lidah buaya termasuk keluarga liliaceae yang memiliki sekitar 200 spesies. Dikenal tiga spesies lidah buaya yang dibudidayakan yakni Aloe sorocortin yang berasal dari Zanzibar (Zanzibar aloe), Aloe barbadansis miller dan Aloe vulgaris. Pada umumnya banyak ditanam di Indonesia adalah jenis barbadansis yang memiliki sinonim Aloe vera linn (Tarigan, 2001). Jenis Aloe yang banyak dikenal hanya beberapa antara lain Aloe nobilis, Aloe variegate, Aloe vera (Aloe barbadansis), Aloe ferox miller, Aloe arborescens dan Aloe schimperi (McVicar, 1994). Secara sistematis, tumbuhan lidah buaya ini diklasifikasikan sebagai berikut : Divisi : Magnoliophyta Kelas : Liliopsida Ordo : Asparagales Famili : Asphodelaceae Genus : Aloe L. Spesies : Aloe vera L. Lidah buaya memiliki ciri-ciri morfologi pelepah daun yang runcing dan permukaan yang lebar, berdaging tebal, tidak bertulang, mengandung getah, permukaan pelepah daun dilapisi lilin, bersifat sekulen, berat rata-rata per pelepah adalah sekitar 0,5-1 kg dan tinggi 45-50 cm. Masa panen lidah buaya sekitar 10-12 bulan setelah tanam, sehingga dalam satu tahun tanaman ini dapat dipanen sebanyak 4 kali (3 bulan sekali). Tanaman lidah buaya ini akan terus menghasilkan pelepah daun hingga 7-8 tahun dan (Furnawanthi, 2002). Jika daun dilepas dari tanaman, maka akan keluar getah yang berwarna agak kekuningan di bagian yang terluka. Daun lidah buaya mengandung gel yang apabila daun tersebut dikupas akan terlihat lendir yang mengeras yang merupakan timbunan cadangan makanan (Sudarto, 1997). Daun lidah buaya sebagian besar berisi pulp atau daging daun yang mengandung getah bening dan lekat. Sedangkan bagian luar daun berupa kulit tebal yang berklorofil. Gel Lidah Buaya Menurut Yaron (1991), bahwa pelepah tanaman Aloe vera L. ini terdiri dari beberapa bagian utama, yakni mucilage gel dan exudate (lendir). Bagian utama mucilage gel terdiri atas berbagai macam polisakarida (glucomannan, acetylated glucomannan, acemannan, galactogalacturan, dan galactoglucoarabinomannan), mineral (calcium, magnesium, potassium, sodium, iron, zinc, dan chromium), protein (enzim pectolytic, aloctindan lectin (glikoprotein), serta jenis protein lain), ß- sitosterol, hidrokarbon rantai panjang, dan ester. Bagian utama exudate (lendir) terdiri atas yellow sap (lendir berwarna kuning) dan lendir tidak berwarna. Yellow sap mengandung berbagai komponen seperti anthraquinone beserta turunannya, aloin (barbaloin), dan aloe-emodin, sedangkan lendir tidak berwarna mengandung berbagai jenis komponen fenolik. Gel lidah buaya ini tidak berwarna dan berbau, tidak mempengaruhi rasa atau rupa dari buah, aman digunakan, alami serta aman bagi lingkungan. Gel lidah buaya yang terdiri dari polisakarida, berperan menghalangi kelembaban dan oksigen yang dapat mempercepat pembusukan makanan. Gel ini juga mengandung antibiotik dan anti cendawan yang berpotensi memperlambat atau menghalangi mikroorganisme yang mengakibatkan keracunan makanan pada manusia (Reynolds dan Dweck, 1999). Komposisi Gizi dan Kandungan Gel Lidah Buaya Komposisi terbesar gel lidah buaya adalah air, yaitu 99.20% sisanya adalah padatan yang terutama terdiri dari karbohidrat, yaitu mono dan polisakarida. Polisakarida gel lidah buaya terutama terdiri dari glukomanan serta sejumlah kecil arabinan dan galaktan. Monosakaridanya berupa D-glukosa, D-manosa, arabinosa, galaktosa dan xylosa (Setiabudi, 2008). Secara kuantitatif, protein dalam lidah buaya ditemukan dalam jumlah yang cukup kecil, akan tetapi secara kualitatif protein gel lidah buaya kaya akan asam-asam amino essensial terutama leusin, lisin, valin, dan histidin. Selain kaya akan asam-asam amino essensial, gel lidah buaya juga kaya akan asam glutamate dan asam aspartat. Vitamin dalam lidah buaya larut dalam lemak, selain itu juga terdapat asam folat dan kolin dalam jumlah kecil (Setiabudi, 2008). Komposisi kimia gel lidah buaya per 100 gram

KAKTUS CENTONG (OPUNTIA COCCHINERA)

Kaktus centong atau Opuntia cochenillifera adalah sejenis kaktus tang termasuk ke dalam famili Cactaceae atau suku kaktus-kaktusan dan termasuk ke dalam genus Opuntia. Di Indonesia, tumbuhan ini memang lazim disebut kaktus centong atau orang Jawa menyebutnya tentong. Di Inggris, tanaman ini disebut Warm hand dan nopal cactus. Kaktus centong masih berkerabat dekat dengan tumbuhan duri tentong, duri Cangkang, kaktus totol, kaktus sinterklas, dan kaktus lidah sapi. Batang utama kaktus centong termasuk pendek dengan diameter sampai 20 cm. Bunga tumbuhan ini tersusun secara soliter, berkembang dari areoles sepanjnag tepi atas dan tanpak memiliki banyak sepal. Mahkota bunga tumbuhan ini mempunyai banyak kelopak berwarna merah dan di dalam periantum terdapat banyak benang sari. Kelopak dan mahkota bunga menyatu membentuk sebuah hypanthium. Bagia ovarium memiliki lokus tunggal dan banyak biji. Buah dari kaktus centong termasuk buah beri berwarna merah. Kaktus centong biasa tumbuh di lahan kering, selalu hijau dengan formasi Semak belukar, pada habitat manusia tanaman ini diubah tumbuh di pekarangan dan tegalan. Tanaman ini terdistribusi hingga ke Meksiko, dan menyebar ke seluruh daerah tropis di dunia